Mount Halimun – Jawa Barat October 22, 2009
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment

UDAH lama gue pengen tau, daerah Gunung Halimun itu kaya apa sih? Dan akhirnya baru taon ini dan bulan ini kesampean juga menapakkan kaki di sana.
Overall ini juga gak sengaja diplan. Rencananya mau pergi sama temen gue, bawa mobilnya sendiri, tapi karena rutenya off-road banget, gak memungkinkan untuk mobilnya.
Tapi gue ditawarin untuk ikut satu tim lain (some is temen yang gue kenal juga) yang udah plan lebih dulu pake mobil sewaan. Ternyata karena ada 1 cowo yang batal, maka gue bisa mengantikan posisi yang batal itu. Sementara temen gue yang nawarin justru gak bisa ikutan, karena yang batal cowo, sementara temen gue ini cewe dan untuk cewe di tim ini udah full.
Hehehe.. sori yak… but thanks banget.
===
Kami ‘take-off’ Sabtu, 17 Okt, pagi jam 6.15-an. Pake Isuzu Elf yang bisa muat 12 orang. Perjalanan ke Halimun via Sukabumi bisa dibilang lancar. Dan sebelum memulai perjalanan ’sesungguhnya’, kami lapor hadir dulu di Pos Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Setelah semua beres, kami dipersilahkan melanjutkan ’sisa’ perjalanan masuk ke wilayah hutan sesungguhnya dan juga tempat menginap di Pos Penelitian TNGHS. Dan ini baru namanya ‘perjalanan’. Sesaat sempet gamang.. ini lagi di jalan atau di laut?
Tapi ya akhirnya perjalanan ini harus dinikmai toh. Seletah sekian lama, kami pun nyampe di tempat nginap. Dan ini manteb banget. Tempat nginap yang termasuk lengkap dan nyaman, tapi bisa dibilang ada ditengah-tengah hutan.
Sekedar catatan, TNGHS termasuk hutan tropis yang punya ekosistem kompleks di dunia. Di sini sering dijadiin tempat penelitian untuk kehutaan, baik nasional dan internasional. Nyatanya juga, kami serumah dengan mahasiswa Jepang yang lagi penelitian hutan tropis untuk kuliah.. yah.. semacam jurusan kehutanan gitu deh. Dan pas nyampe, satu tim bule baru selesai dan mereka check-out.
===
Begitu nyampe, beberapa temen cewe mulai siapin makan siang dan yang lain un-pack barang dan selanjutnya menonton persiapan makan siang.. hehehe..

Apa pun makanannya, kalo udah laper dan di daerah dingin, pasti enak. Eh, tapi ini beneran enak loh. Ya, kalo buka warteg masih lakulah.
Abis makan, gak mau rugi waktu kami langsung mulai treking pertama. Kami ke air terjun terdekat – dan ternyata sih kecil – tapi sungai nya menyegarkan dan menghibur bangetlah buat orang-orang kota yang sungai nya udah gak jelas, sungai apa kubangan sampah?
Tujuan utama sebernya mau coba Canopy Trail-nya Halimun (yang kayanya cuma satu-satu-nya di Indonesia or paling gak di Jawa-lah
). But sayang, lagi rusak dan gak boleh dinaikin. Dan kami cuma liat dari bawah aja.


Jadi trek pertama ini cuma main di sungai, jalan di perkebunan teh dan treking hutan untuk kembali ke penginapan.

Jelang sore, kami kongkow-kongkow & mandi sambil nunggu makan malam. Kongkow-kongkow jadi seru ditambah salah satu Jepang ikut nimbrung dan kita pun berkomunikasi dengan bahasa seadanya – yang penting ngerti-lah. Maksudnya, ngerti kalo kita sama-sama gak ngerti.
Abis makan malam, kita siap-siap trek ke dua. Dan karena ini malam, maka persiapanpun kami lakukan secermat mungkin. Jaket, jas hujan, air minum, senter, obat-obatan, dan gak lupa kamera. Tujuannya cari jamur yang glow in the dark.
Perjalanan pun dimulai, dan dinginnya malam mulai merasuk. Tapi kami merasa enjoy dan tertantang dengan trek malam ini. Langkah demi langkah kami terusuri dengan hati dan semangat. Dan ketika rasanya baru beberapa langkah.. sang guide pun bilang, “yak.. kita sudah sampe.. dan inilah jamur menyala itu..”
Lah…?? tuinggg…
Tapi ya namanya juga orang kota besar… tetep aja takjub begitu ngeliat jamur yang glow in the dark.
“eh, mana..mana..?”
“itu yang nyala-nyala”
“itu mah kunang-kunang kali”
“iya, kunang-kunang tuh, masa kecil-kecil gitu jamurnya?”
“iya itu jamur nya, dan emang segitu ukurannya”, kata guide mencoba menenangkan keraguaan kami.
Lah..?? tuinggg…tuingggg….
Hahahaha.. ternyata emang kecil-kecil.. sodara-sodara.! Tuh jamur gak lebih besar dari pentol jarum, dan tersebar kecil-kecil di ranting-ranting pohon. Pantas aja sempet di kira kunang-kunang, soalnya tuh ranting kan cabang kemana-mana dan bukan ditanah, kecuali ada ranting yang patah.
Tapi tetep menjaga wibawa sebagai orang kota besar, kami pun tetep senang dan bahkan mencoba untuk mengekspose-nya dengan kamera. Yang jelas, gak akan bisa ke potret jelas kalo gak pake lensa khusus.
“Kok yang di web site, jamurnya gede-gede ya..?”
“entahlah..”
Setelah minikmati glow in the dark-nya tuh jamur dalam kegelapan hutan (tanpa nyalain senter), kami pun balik ke penginapan. Tapi tetep senenglah…
Malam dilalui dengan kongkow-kongkow sambil makan jagung rebus dan cemilan lain yang dibawa dengan melimpah. Dan diakhiri dengan masuk ke kamar masing-masing.
===
Besoknya, kami udah rencana mau liat sun rise. Dan untuk itu harus bangun jam 3.30 pagi untuk siap-siap dan jam 4 udah harus jalan. Karena untuk sampe di lokasi yang sun rise-nya bagus, perlu 1 jam perjalanan dengan mobil. Masalahnya sih bukan jarak yang harus ditempuh, tapi kondisi jalan yang mengharuskan mobil berjalan gak lebih dari 5 km/jam, malah lebih sering (mungkin) 1 or 2 km/jam.
Dan tepat 1 jam kemudian, kami sampe dan mulai ambil posisi untuk menikmati sun rise dan tentunya foto-foto. Untuk liat sun rise yang bagus, kami disarankan di daerah perkebunan teh yang notabene emang luas dan gak ada pohon tinggi.
Cuma namanya juga Gunung Halimun, maka nasib kami juga tergantung bagaimana maunya tuh halimun. Alhasil, hari itu si halimun maunya berkabut. Maka tertutuplah tuh matahari, cuma keliatan semburat warna orange-nya aja. Tapi tetep kami seneng-seneng aja kok. Karena rasanya objek manusia lebih suka diabadikan dari pada tuh matahari. Hehehe.

===
Begitu langit bener-bener terang, kami diajak mengunjungi pabrik teh setempat. Ternyata ini adalah perkebunan dan pabrik teh Sari Wangi. Ini adalah pabrik pengolahan awal, jadi cuma mensuply teh mentah-nya aja. Katanya setelah teh mentah ini jadi, kemudian oleh pabrik Sari Wangi yang lain akan diolah lagi sesuai dengan kebutuhan pasar.
Salah satunya untuk teh import dengan kualitas no 1 (grade 1). Dan ternyata kalo untuk lokal dengan merk “Sari Wangi” ini adalah teh grade 7 or 8.!! Lah, pantes lah, Sari Wangi se kotak cuma 3rb or 4rb, sementara teh yang berlebel import ke kantong celupnya bisa 15ribu.

Dari sini, kami lanjut kembali ke penginapan. Tapi kali ini dengan jalan kaki dan lewat hutan. Dan ini perjalanan yang asik juga, apalagi kalo udah lama gak hiking. Walo bukan gunung, tapi trek hutan ini cukup naik turun. Jadi lumayan juga genjot napas nya.
Akhirnya menjelang siang, kami sampe lagi di base camp. Dan lapar pun udah menyerang karena notabene, trek panjang tadi dibekali dengan roti ala kadarnya. Rencananya sih makan pagi akan cukup rame, tapi karena jam 4 pagi udah jalan, jadi cuma bawa roti dan selai.
Makanya jam makan siang juga dipercepat dan ransum yang tadinya untuk makan pagi digabung di menu makan siang ini. Dan tetep apa pun makanannya kalo udah laper gini pasti semuanya enak. Yah paling gak, kalo buka warung nasi rames, lakulah.. hehehe.
===
Overall, ini adalah trip yang menyenangkan. Dan karena semuanya belum pernah ke Halimun ini, suasana seru lebih kerasa. Karena emang sama-sama gak tau dan sama-sama ngersaan yang baru. Mungkin buat yang udah pernah hiking gunung dan camping, trip ini agak-agak tipikal, cuma memang lokasi nya aja yang beda. Tapi yang namanya hutan, kadang bisa beda antara hutan yang satu dengan yang lain.
Terakhir trip di tutup dengan makan sore di Bogor. Soto mie Agih, jadi sasaran empuk kami. Dan seperti biasa, kalo udah sama-sama gini, apa pun makanannya, pasti enak.
Emm… Soto mie Agih bukannya terkenal enak kan?
Ok deh guys… semoga bisa bareng di trip lainnya.
Thanks for the Adventure August 28, 2009
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment

KALO nonton film ini dengan mengambil main set bahwa film animasi adalah hiburan dan canggih, maka kita bisa aja miss some point yang sebenarnya justru beyond that entertainment.
Overall, UP seperti film animasi Pixar lainnya. Yang pasti relatif selalu beda tema dan tokoh, plus teknologi renderan graphic yang paling muktahir.
Tapi kalo kita ada sense lebih terhadap sebuah film, maka 10 menit pertama, UP bisa membuat kita meneteskan air mata, ya minimal membuat mata berkaca-kaca-lah.
Hehehe.. paling gak itu yang terjadi sama beberapa wanita yang nonton di bioskop. Selanjutnya aksi lucu, menegangkan dan mustahil pun berlangsung sampai akhir film.
Ini pula yang membuat UP pun berbeda dengan karya animasi Pixar lainnya. Unsur drama sebenarnya begitu terasa di dalam aksi yang menegangkan. Yah… mungkin sulit kalo marasakannya pada saat bersamaan, tapi kalo dikonklusikan, kita bisa mendapatkan kesan tersebut.
—
Terkadang kita hanya terpaku pada satu impian. Mungkin itu impian kita atau impian orang yang kita cintai yang dengan mati-matian kita berusaha untuk mewujudkannya.
Banyak film yang meramu hal tersebut, dan banyak pula yang berakhir happy ending bahwa the impiannya tercapai.
Dalam film UP juga demikian, sang suami berpikir bahwa bagaimana pun juga dia harus membahagiakan istrinya, yang punya impian berpetualang ke daerah yang menakjubkan.
Apa daya, sampai akhir hayat sang istri, impiannya tidak pernah tercapai. Paling nggak, menurut sang suami.
Maka dengan tekad bulat, dalam kesendiriannya sang suami yang sudah uzur, memutuskan memenuhi impian petualang sang istri, sekaligus memindahkan rumahnya ke daerah yang menakjubkan.
Tidak mudah tentunya membawa rumah dengan balon gas satuan, yang dirangkai menjadi ribuan balon dan bisa mengangkat rumahnya dan mengangkasa. Di sini lah letak aksi mustahilnya.
Petualangan yang tidak mudah ini, singkat cerita bisa dilakukan dan akhirnya rumah tersebut mencapai tujuannya. Tentunya dengan segala usaha yang membahayakan dan bahkan hampir membuatnya mati.
Bersamaan dengan itu, sang suami menemukan album kenangan dan dairy sang istri. Sebenarnya album tersebut sudah sering dibukannya, untuk memotivasi dirinya melakukan petualangan. Tapi hanya dibuka sampai halaman “impian” sang istri, dia tidak pernah membukanya sampai akhir.
Ketika petualangannya sudah hampir selesai, dia pun membukanya sampai akhir. Dan di situlah dia menemukan arti petualangan terindah yang sebenarnya sudah dialami sang istri.
–
Selama hidupnya dengan sang suami, si istri sudah rela melepaskan impian masa kecilnya. Karena dia tau, saat ini, dia sudah memasuki petualangan baru yang lebih seru dan menasikkan… hidup bersama orang yang dicintai dan menjalakan hidup dengan penuh cinta. Itulah petualangan terbarunya dan yang paling diinginkan.
Sedikit banyak, film ini mengatakan, hidup ini sebenarnya akan selalu indah dan manakjubkan. Bahkan sama indahnya seperti bayangan impian masa kecil kita.
Bukan berarti impain bagus yang lama harus dibuang. Adalah baik untuk diperjuangkan, tapi bersamaan dengan itu, apa yang ada sekarang pun harus menjadi bagian petualangan hidup kita yang menakjubkan.
Paling tidak, kita tidak akan menjadi frustasi kalo impian kita tidak pernah tercapai. Karena, memang bisa aja, impian kita tidak pernah tercapai.
Walaupun demikian kita harus tetap UP!
Thanks for the adventure. Now go have one of your own – Ellie’s Dairy (the wife)
2012 by Roland Emmerich August 28, 2009
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment
SERASA kurang puas “menghancurkan” Manhattan dengan GODZILLA-nya, dan ternyata kota2 besar dunia masih survive setelah pertempuran besar di INDEPENDENCE DAY, serta mungkin dia baru “tau” kalo THE DAY AFTER TOMMOROW hanya terjadi di belahan amerika utara, maka sang mega destroyer kali ini berpikir, bagaimana kalo yang “hancur” itu seluruh bumi dan isi-nya?
Dan di cobalah ini : 2012 by Roland Emmerich

PS. btw, itu air dari mana ya datangnya?
Reuni July 27, 2009
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment
TERINGAT suatu ketika masih anak-anak, barangkali waktu itu masih SD. Banyak dari kita yang masih anak-anak seringkali berpikir… “enaknya jadi orang dewasa, tinggal nyuruh dan punya power untuk menghukum”. Sementara sebagai anak-anak, sepertinya beban hidup begitu berat. Musti bangun pagi, ke sekolah, bikin PR, ikut les, belajar, ujian, dan lain sebagainya yang umumnya tidak disukai anak-anak.
Ketika anak-anak mungkin kita tidak suka hal tersebut, karena kita belum paham sepenuhnya, apa maksud “pemaksaan” para orang dewasa tersebut. Ya, memang tidak semua anak merasa dipaksa, justru ada yang merasa dia harus sekolah dan bejalar, bahkan ketika orang tuanya tidak peduli. Dan sampai akhirnya ketika kita sudah dewasa, kita baru mengerti dan paham, bahwa semua itu adalah penting banget.
Tapi lucunya, ketika kita sudah dewasa dan sudah punya tanggung jawab yang lebih, tidak sedikit dari kita yang merasa.. “aduh enak ya dulu, waktu masih anak-anak, gak usah pusing soal uang, kerjaan, cari makan, urus anak & keluarga, dsb.” Jadi anak-anak lebih enak, cuma tidur, makan, ke sekolah, belajar, dsj.. udah. Mereka gak perlu pusing kalo kena marah bos, atau omset lagi seret, atau ngurus anak sakit, dsb. Dan seringkali kenangan masa anak-anak merupakan kenangan yang paling indah dan tak terlupakan (ada sih beberapa orang yang justru pengen banget melupakan masa kecilnya).
Mungkin pola pikir seperti ini lah yang akhirnya menimbulkan yang namanya “reuni”. Bisa dibilang hampir semua orang yang pernah mengalami masa sekolah, pasti ketika dewasa mengadakan reuni. Walaupun reuni nya cuma dengan sohib dekatnya yang mungkin cuma 2-5 orang. Dan di kelompok tertentu bahkan mengadakan reuni besar-besaran bahkan bisa sampai kategori “pesta akbar”.
Sepertinya pola pikir di atas ada benarnya. Karena hampir setiap topik reuni-an, pasti membicara kan.. “dulu lo begini.. begitu..”; “inget gak dulu si anu..”; “aduh seru banget ya dulu”; “jadi pengen sekolah lagi nih..”; dsj.
Ya pada akhirnya, setiap masa itu ada sikon-nya. Situasi yang membuat kita ada di suatu kondisi (heh..??
). Dan bagaimana pun juga harus kita lalui dan sepastinya itu bisa. Toh bagaimana pun yang namanya waktu, itu akan terus berjalan. Dan ketika dia berjalan, di situ ada perubahan. Yang mungkin tidak pernah kita pikir kan sebelumnya.
Misalnya, siapa sih yang pikir, kalo waktu di SD dulu, or-tu-nya kaya raya banget, tapi kemudian kena musibah dan membuat segalanya lenyap; atau siapa sangka yang dulunya dia (or-tu-nya) cuma penjual kue, dan untuk uang sekolah aja kadang nunggak, tapi sekarang dia punya perusahaan besar; atau siapa yang sangka juga yang dari dulunya biasa-biasanya, trus berharap mejadi sukses – yah minimal sukses dalam karir/bisnis – tapi nyatanya sampe sekarang hidupnya biasa-biasa aja, yang berubah paling umurnya.
Untuk itu semestinya hidup ini harus kita syukuri. Bersyukur-lah kalau kita punya masa lalu, minimal bisa mengisi pikiran kita dan memunculkan kenangan-kenangan yang tidak akan kita alami lagi. Tapi semestinya itu cukup untuk membuat kita tersenyum. Bahwa kita pernah ada di masa itu.
Menajalani hidup, itu penting. Tapi mensyukuri hidup, itu jauh lebih penting.
Bangku Emang Penting..!! March 23, 2009
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment
BAYANGIN kalo sekolah gak ada bangku (ya tentu juga maksudnya gak ada meja), mau gimana coba tuh murid-murid belajarnya? Bisa aja sih lesehan, tapi jelas gak konsen-kan. Apalagi kalo pas ujian, masak harus nungging-nungging di lantai?
Menurut berita terkait, juga dari beberapa media lainnya, sekolah ini masih menunggak pembayaran atas pengadaan mebeler untuk sekolah tersebut. Pasalnya, budget pengadaan itu berdasarkan APBN yang sudah ditetapkan. Hanya saja entah gimana, APBN untuk untuk sekolah tersebut nggak kunjung cair, sampai mebeler sudah jadi dan bahkan sudah digunakan.
Suplier jelas taunya bahwa sekolah harus bayar. Sementara sekolah terus menunggu kapan dana dari pemda setempat bisa cair. Dan sampai berita terbaru diturunkan, kemungkinan dana tersebut tidak akan pernah cair, karena sudah lewat masa waktu perhitungan anggaran pemda!!
Lantas..???
Bupati (atau wakil bupati – sori lupa) setempat, berdasar berita di televisi, hanya berkomentar, “Dana itu sudah dikembalikan ke kas daerah dan tidak bisa dikeluarkan lagi.” Titik.!! dan itu saja penjelasannya, tanpa solusi..!!
Mampus giela kali..?!! Mereka yang bikin aturan, mereka yang menghambat dan mereka pula yang cuci tangan.
Bangku emang penting! Sangking pentingnya tuh bangku, gak ada kan pejabat setempat or pusat yang peduli. Karena bangku sekolah itu, bukan bangku mereka. Sementara mereka sekarang harus memperebutkan bangku mereka sendiri. Supaya kebagian tempat duduk di DPR or DPRD or DPD or apalah itu namanya.
Kalo aja peduli sejenak, paling cuma butuh itungan menit untuk bisa membantu melunasi hutang sekolah tersebut. Dan masa depan sekolah itu tetap jelas. Tapi sepertinya emang bukan itu tujuan mereka berkempanye. Bukan untuk masa dapan siapa-siapa, tapi masa depan masing-masing!!
Tapi sebenarnya yang paling heran, ya tindakan atau “solusi” pemda setempat. Yaitu… TIDAK ADA SOLUSI. Itikat baiknya cuma dari omongan… “tunggu APBN berikutnya…”
Padahal sekolah itu ada tanggung jawab mereka tentunya. Apapun yang terjadi, bukankah semestinya mereka bertanggung jawab?
Ya gak tau-lah. Yang pasti sih, sepertinya, bagi pemerintah, sekolah bukanlah ladang bisnis yang menguntungkan. Mungkin selain karena mereka masih anak-anak, mereka toh juga gak milih para caleg. Ya karena emang mereka belon punya hal pilih.
Bangku emang simple, tapi bangku itu penting bung.!!
Come and Gone February 5, 2009
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment
HAMPIR dalam waktu yang bersamaan, beda hari tapi gak sampe 24 jam. Gue mendapat kabar suka dan duka. Seorang teman baru saja melahirkan anak putri nya pada tanggal 4 Februari ini. Selamat ya buat Dina dan Doni, dengan anaknya Maila Hana Kamila. Kiranya kalian menjadi orang tua yang penuh kasih dan peuh didikan, supaya kelak anak kalian menjadi anak yang berbakti pada orang tua-nya.
Tapi seorang teman pula, pada pagi ini, 5 Februari jam 4 dini hari, dikabarkan telah berpulang ke “Rahmatullah”. Setelah penyakit kanker teroid-nya tidak bisa dilawan. Inalilahi wa ini lilahi rojiun… Demikian ucapan duka bagi agama mereka. Selamat jalan Pak Krisna (Zacharia Kristna Ondong), semoga segenap keluarga diberi kekuatan dan penghiburan. Doa gue sekarang adalah untuk keluarga beliau.
Sabtu lalu [31.01.09], waktu gue besuk Pak Krisna, beliau dalam keadaan baik dan berharap positisif. Karena rencananya, Selasa atau Rabu akan dioperasi. Dan dokter pun sudah memberi lampu hijau, jika operasi ini berhasil, maka kesehatan bisa berangsur membaik. Pak Krisna meminta dengan sangat supaya gue mendukung dalam doa. Permintaan ini sungguh luar biasa, karena Pak Krisna meminta dengan penuh harap dan berserah penuh pada “kuasa doa” (meminta kepada siapa saja yang memang mau berdoa dan dalam agama apa pun).
Tapi memang Tuhan berkehendak lain. Hari ini [05.02.09], Pak Krisna sudah berpulang. Ya.. selamat jalan Pak, mohon maaf jika doa-doa ini belum “berkuasa”. Sekarang gue hanya bisa berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan, untuk istri dan anak-anak-nya. Amin…
2009 – the beginning January 5, 2009
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment
YAH.. beginning-nya sih udah lewat beberapa hari sih. Cuma secara baru masuk kantor, jadi baru leluasa akses internet.
Entah virus apa yang menyerang hati, pikiran dan nurani hampir semua orang yang gue tau punya akses internet dan juga (kabetulan.?) punya account facebook. Coba liat di “update” profile mereka. Hampir semua ngomong yang sama. Dan khususnya untuk hari ini.
“Kerja lagi…”
“Abis libur panjang… sekarang kerja lagi”
“Mulai kerja… ayo semangat..”
“Taon baru… semangat baru.. kerja lagi..!!”
Ya pokoknya kalimat-kalimat seperti itulah. Dan karena hampir semua berkomentar gitu, makanya gue bilang… ini orang entah pada kena virus apa ya.? Atau justru gue yang kena virus “gak nge-rasa udah musti kerja”. Hahaha.
Yang pasti, mau gak mau emang ini udah taon baru. Barangkali untuk sebagian orang ada yang serba baru dalam kehidupan mereka. Tapi tidak semua orang punya kemampuan untuk memiliki yang baru-baru. Makanya paling nggak slogan “semanggat baru” itulah hal baru yang bisa dimiliki. Dan berbahagialah orang yang bisa memiliki dan menikmati semangat baru itu. Bisa dipastikan mereka adalah orang-orang yang menikmati waktu atau menggunakan waktu dengan baik, dan mengusahakan yang terbaik disetiap waktu yang ada.
Di sebuah film lokal pernah ada dialog seperti ini.
“Waktu itu tidak terlihat dan tidak terasakan.Kita hanya bisa sadar bahwa waktu itu ada.Jika kita sudah melewati waktu,atau ketika waktu sudah melewati kita.”
Semusim, tlah ku lewati December 1, 2008
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment
KALO mengikuti musim di negara yang punya 4 musim, maka lagu yang baru aja gue denger, rasanya cukup pas.
Semusim, tlah ku lewati, tanpa dirimu…
Ini sih memang lagu indo, tapi gue mengkondisikan kata musim dengan musim di negri 4 musim.
Ya.. gitu deh, udah semusim gue hampir gak ketemu dia. Kalo pun ketemu bisa dihitung pake jari dan itupun cuma karena berpapasan. Dan secara total, udah setaon lebih gue stuck on the situation. Tapi herannya juga, gue gak merasa mau get out from the situation. Gue lebih cenderung membiarkan diri di situ. Sampai akhirnya sekarang.. udah “semusim” berlalu dan gue hampir gak pernah ngobrol-ngobrol lagi.
Sebuah film ada adegan dengan dialog lebih kurang demikian,
“It’s over now, and it was happened almost 2 years…”
“but, do you still think of me, don’t you?”
“I don’t know…”
“Just answer me… do you still thing of me?”
“….”
“Do you..?”
“Yes…”
“That’s mean, it’s still not over yet…”
Gue juga barusan nonton film ini, dan ketika dialog ini muncul, gue sontak sedikit terperangah… Ternyata gue juga “still thinking of her…”
And it’s happened know… today…
Perlu Sahabat? November 20, 2008
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment
BELUM lama ini, gue denger pembicaraan di antara teman2 gue yang usianya jauh lebih muda dari gue. Dan ternyata topik yang mereka bicarakan kurang lebih sama kaya gue dan teman2 seangkatan gue dulu, waktu masih seumuran mereka.
Dan akhirnya, gue kok ngerasa udah lama gak pernah ngobrol2 sama temen2 soal kehidupan lagi yah..?? Dulu rasanya sering tuh ngobrolin soal cita2, soal target hidup, soal pasangan hidup, dll. Intinya ngobrol yang akhirnya membuat kita saling tau.. “oh ternyata si anu, hobinya itu toh, oh, dia punya impian soal pasangan hidupnya yang seperti itu, oh, dia ternyata punya pandangan hidup yang begitu..”
Sekarang..?? Walo pun dulunya gue pernah cerita2 soal di atas, dan merasa sudah kenal temen2 gue, tapi sekarang rasanya jadi gak kenal. Seperti ada yang gak terupdate. Dan gue sendiri merasa orang lain mungkin udah salah duga soal pandangan hidup gue, ya karena gue juga gak update ke mereka. Hal ini terjadi karean di atara gue dan teman2 udah gak pernah ngobrol soal kehidupan lagi.
Mungkin sebagian merasa tujuan hidup gw udah cukup. Gak perlu lagi lah nambah2 info dari pihak lain. Toh pada akhirnya tiap orang punya jalannya sendiri2.
Hmm.. sambil nulis ini, sebelum masuk paragrap ini gue baru kepikir. Mungkin itulah yang namanya “perlu sahabat”.
Memang gak semua orang punya sahabat, apalagi sahabat kental. Tapi sepertinya untuk kasus gue di atas, sepertinya yang gue perlukan adalah SAHABAT.
Abis Libur Lebaran October 6, 2008
Posted by danielleinad in Uncategorized.add a comment
GUE sih gak lebaran lah ya… tapi karena ini libur nasional, jadi gue ikutan liburan juga dong.
Liburan 2008 kali ini diawali dengan outing ke daerah Cipayung bareng sama temen-temen dari komunitas Jejak Kaki, maksudnya temen-temen yang gue kenal dari komunitas itu. Jadi outing kemaren itu bukan atas nama JK.
Outing kemaren itu [27-29.09.08], bener-bener liburan. Kita gak terikat waktu dan mo kemana aja tergantung mood. Tapi kayanya tetep ada temanya deh…. Tidur, makan, foto-foto… hehehehe. Dan “sialnya”…. gue lah yang jadi photographernya. Ya.. agak keluar energi juga, tapi it’s all fun dude…
Dari tanggal 30.09 – 4.10, gue lanjut ikut retreat GMI Imanuel. Hebatnya retreat kali ini, diadain di Salatiga.! Jauh coy…
Tapi emang konsepnya sih retreat wisata, jadi emang sekalian sedikit tur ke Borobudur dan Jogja. Gak di sangka juga, untuk retreat sejauh itu, persertanya mencapai target, dan bahkan masih ada mo minta ikut, cuma karena emang kapasitas hotel udah full, ya terpaksa mereka tidak bisa ikut.
Pesertanya kurang lebih 350-an. Dan hotel terbesar di Salatiga – Grand Wahid Hotel, kita booking full. Kita berangkat dengan 6 bis kapasitas 59 seat. Jadi kebayang juga dong padatnya tuh bis. Udah isi orang, blon lagi barang-barang pribadi dan konsumsi untuk di perjalanan… But again… it’s all fun. Bahkan dari Lansia mereka juga enjoy dan gak ngeluh.
Tapi bagaimana pun, selama perjalanan, retreat dan wisata itu, kita bener-bener diberkati. Karena ada kekuatiran jalan macet abis, panitia pun mempersiapkan berbagai kemungkinan kalo perjalanan akan mencapai 24 jam or lebih. Maklum bo, itu juga jalur mudik dan selama H-5, rata-rata perjalanan orang-orang mudik, mereka terjebak macet sampe 19 jam untuk sampe Cirebon.
Amazing-nya, kita yang berangkat H -1, nggak kena macet sedikitpun… Jakarta-Salatiga, cuma 11 jam.!! Ini emang waktu rata-rata kalo hari biasa. Dan dengan perjalanan jauh itu juga, yang tadi nya kuatir kalo banyak peserta yang bakal sakit, ternyata nggak… Ya, ada sih, tapi sedikit dan ringan-ringan aja.
Over all… Thanks God. Dan sampe kembali ke Jakarta, kita semua juga dalam kondisi yang baik dan tetep fun.
Buat gue, masa liburan kemaren emang nyantai abis. Dan gue juga gak mikirin banyak hal, kecuali bantu panitia bikin video closing clip aja di retreat. Selebihnya adalah menikmati perjalanan dan sedikit merasakan suasana kota Salatiga dan Jogja.
Catatan aja, kondisi Malioboro tanggal 03.10.08 kamaren…. udah sama kaya PRJ… hahaha… gile tuh orang, dari mana aja ya..??!!